Rabu, 22 Juni 2011

MANUSIA SEUTUHNYA

BULLETIN - SABTU WAGE
“ PANGUDI ROSO “ - 17 JUMADIL AKHIR 1944
- 21 MEI 2011


“ Manusia Seutuhnya ”
( Indahnya Simphony Hidup Manusia )


“ Be the Best of Whatever you Are ”
If you can’t be a highway then be a trail!
If you can’t be the Sun be a Star !
If Isn’t by size that you win or you fail !
“ Be the Best of Whatever you Are ”!
( By. Dauglas Malloch )

Resesnsi :
“ Puisi indah dari Douglas Malloch tersebut diatas menggambarkan, bahwa Dunia ini selalu penuh KETIDAKSEMPURNAAN / FANA! Artinya, Tidak semua yang kita inginkan / cita-citakan, akan menjadi kenyataan! Yang terpenting TOTALITAS dan MEMAKSIMALKAN POTENSI DIRI, agar hidup ini menjadi punya ARTI sebagai EXPRESI rasa HORMAT Serta Bhakti pada SANG PEMBERI HIDUP!
Hari ini, bersama dengan hari mijil (Hari Weton / Lahir ), Penulis mendedikasikan Tulisan ini Pada :
- Orang-orang Terkasih (Orang tua, Leluhur )
- Anak-anak, Cucu, Murid
- Semua Fihak
- Dll. Baik yang telah MENSUPORT atau yang TERSAKITI
Mohon maafkan kami sebagai manusia biasa, yang penuh kesalahan dan ketidaksempurnaan!

Semoga Allah SWT, membukakan pintu maaf didada mereka-mereka yang tersakiti oleh Romantika dan Dinamika Perjalanan Spiritual kami yang terkadang Menabrak – Menyerempet Rasa dan Perasaan Panjenengan Semua!
Tanggal 17 Mei 2011 tepat kami berusia 48 Tahun, sungguh perjalanan Hidup yang Panjang dan melelahkan! Anugrah Terindah Dari Hyang Maha Agung sampai Hari ini, masih ada waktu dan kesempatan tuk merenungi dan MEMOHON AMPUN atas DOSA SEJARAH HIDUP KAMI.
Puji Syukur kepada Tuhan, atas Bimbingan Sinar KASIHNYA, masih ada waktu untuk memperbaiki JEJAK LANGKAH HIDUP!”

PEPENGET I

“It is Better to Be Beautiful than,
To be Good But it is Better
To Be Good than to be Ugly ”

(by : Oscar Wilde)

Resensi :
Peribahasa diatas adalah perumpamaan bahwa yang CANTIK / ELOK dan BAGUS itu memang menyenangkan! Tapi ALANGKAH HEBAT kalau kita tetap TEGAR, manakala keadaan yang keras kita hadapi TIDAK SEINDAH SYMPHONI.


Bahwasanya KEHIDUPAN SEUTUHNYA adalah LAGU GELOMBANG, PASANG SURUT, ENAK TIDAK ENAK, BAHAGIA DAN DUKA, adalah PAKET TERPADU!
ORA iso milih, ORA iso NAMPIK. ( Nggak bias memilih, nggak bias menolak).

Selamat belajar bijaksana dengan memandang HIDUP dan KEHIDUPAN, sebagai SATU KESATUAN UTUH!.
Bahwa dunia ini FANA alias tidak SEMPURNA itu adalah REALITA! Tiada yang PASTI dan LANGGENG, kecuali PERUBAHAN, baik itu EVOLUSI atau REVOLUSI intinya Tiada yang ABADI dan LANGGENG! Semua yang berwujud hanya illusi!.

PEPENGET II

“SAAT INI BANYAK ORANG BERTARUNG TUK MENCARI KEMENANGAN, NAMUN JUSTRU TERJATUH DAN TERJATUH LAGI DALAM KEFANAAN YANG SAMA KARENA KEHILANGAN KEMULIAAN NURANI!”
(by : Andifox Prasetya)

RESENSI :
Sebagai Ciptaan TUHAN yangk PALING SEMPURNA dan DIMULIAKAN oleh sang MAHA PENCIPTA, karena manusia memiliki HATI NURANI, dimana kasih TUHAN BERSAMANYA, hingga manusia secara HAKIKI ingin :
1. Mencintai dan Dicintai
2. Memberi dan Diberi
3. Mengerti dan Dimengerti!.

NAH ! KEMULIAAN NURANI ITU, saat ini menjadi BARANG LANGKA, manakala manusia tlah kehilangan KEPEKAAN dan KEPERDULIAN, EMPATI DAN SIMPATI DLL….. sebenarnya untuk menjadi MULIA tidaklah sulit dan EXCLUSIFE, cukup berbuat hal-hal kecil, diawali goodwill (niat). Misalnya :

a. TERSENYUM dan bersikap positif simpatik pada semua orang tanpa Terkecuali!!
Karena orang terjahat dan Raja tegapun tetap mampu menangkap SINYAL VIBRASI POSITIF, bahwa PANCARAN KASIH di ANUGRAHKAN kepada manusia dan tidak pada MAKHLUK LAIN!.

b. Dengan EMPATI dan SIMPATI kita menjadi manusia yang PEKA DAN PERDULI pada penderitaan dan kekurangan orang lain.

c. Berbagi, apa yang kita miliki bukan pada NILAI BESARANNYA, tapi pada BOBOT KETULUSAN, bukan KWANTITAS, tapi KWALITAS!.
“ RENUNGAN III ”

“SEMUA YANG AKU LAKUKAN TERHADAP SESAMA, INI HANYA SETETES AIR DITENGAH SAMUDRA, TAPI HANYA YANG SETETES ITU!, SAMUDRA TIDAK LENGKAP LAGI!”
( by : Mother THERESA )

RESENSI :
“ Sekecil apapun AMAL PERBUATAN kita terhadap kehidupan ini, selalu punya ARTI secara GLOBAL, bagi JAGAD SEISINYA, dari pada kita tak melakukan apapun!”
HIDUP BUKAN SEKEDAR TO BE ! TAPI TO DO! , ada dan TIADA hanya pada hasil PERBUATAN bukan SEKEDAR EXISTENSI DIRI!

Seperti para petani yang tekun ber BUDIDAYA, membuka LAHAN, menanam biji, memupuk, merawat, meski BELUM TENTU bisa PANEN seperti yang diharapkan! Apalagi kalau Dalam Hidup ini, kita Tidak pernah menanam dan merawat! APA MASIH PANTAS MEMANEN?

“ MELATI RINONCHE ”
( MUTIARA HIKMAH )

1. Sekecil apapun peran kita, dikehidupan ini dan semiskin apapun kita hendaknya punya KEMULIAAN dan KASIH, agar pantas di sebut Makhluk TUHAN yang TERMULIA!
(BE THE BEST WHATEVER YOU ARE) karena kita tercipta dari CITRA ALLAH! Wajib berbakti dan bekerja pada GELAR KEHIDUPAN INI!.

2. Menang itu sisi lain dari KEKALAHAN, Kerendahan hati dan Kebesaran Jiwa, tercapai dari rangkaian kekalahan dan kegagalan!. Kalau selalu pengen menang dan sukses hanya akan menjadikan KESOMBONGAN dan KEAKUAN DIRI!.
Lebih baik kita gagal, tapi sudah berbuat, dari pada SUKSES / IDEAL tapi, hanya sampai di ANGAN-ANGAN!
LEARNING BY DOING, TRIAL BY ERROR!
SALAH DAN GAGAL, AKAN MENJADI PETA SERTA GOLDEN COMPASS BAGI LANGKAH HARI ESOK YANG LEBIH BAIK.

3. Pengingkaran terhadap sisi gelap dan KEKURANGAN DIRI, hanya akan menjadikan JATI DIRI tidak UTUH LAGI!. Hanya ada 2 wajah EGO dalam diri manusia :
a. EGO KEILAHIAN!
b. EGO KEMANUSIAAN!
Probabilitas ( Nilai Kemungkinan) :
- Kalau A yang di menangkan kemanusiaan akan hilang! (karena terlalu LANGITAN) tanpa KEPEKAAN SOSIAL terhadap sesame manusia!
- Kalau B yang dimenangkan! KEILAHIAN yang akan HILANG! ( Terlalu BUMIAN/ CINTA DUNIA menjadi EGOIS, tanpa hati NURANI dan MATERIALISTIS!)
Semua uraian diatas, adalah realita kehidupan dan Hasil perjalanan Penulis yg LEBIH BANYAK GELAP dan BURUK disbanding KEBAIKAN yang telah kami perbuat dalam KEHIDUPAN INI.
Justru mengingat segala kekurangan dan kegelapan sejarah hidup penulis jadi TAHU ARTI KEHIDUPAN YANG SEJATI!
Bahwa keutuhan hidup Manusia adalah ketika manusia menerima segala yang terjadi dalam kehidupannya dengan KERELAAN dan KESEDIAAN HATI! Enak, tidak enak, Bahagia dan duka sebagai satu kesatuan utuh dari SANG MAHA ADIL! Bahwa

“ Ketika Manusia menyadari KERENDAHAN HATI dan KEBESARAN JIWA adalah manusia yang telah bertemu dan TAQWA / PATUH pada ADIL dan MAHA AGUNGNYA TUHAN SEMESTA ALAM! Sebagai Akumulatifnya RIBUAN RASA DUKA NESTAPA, dan BAHAGIA ANUGRAH dan BENCANA, menyatu dalam
SIMPHONY AGUNG KEHIDUPAN ! ”

“Manusia Seutuhnya atau Manusia Sejati adalah Manusia yang Biasa-biasa saja dengan SEGALA KEKURANGANNYA!!”

Bumi KAHURIPAN
KADIRI-AN SEJATI
( SB. JATIKOESUMO )