Senin, 03 Januari 2011

Renungan Awal Dan Akhir

Bersama Simphony Kehidupan …
Bersama Irama Alam …
Bersama Lagu Gelombang …

Hidup … Kehidupan … Beriring …,
Dalam Gerak Roda “ Cakra Manggilingan “ (Roda Keadilan).
Ada Gelap…
Ada Terang…
Ada Anugrah … , Ada Bencana !
Ada Cinta … , Ada Benci … !

Bergantian mewarnai Kehidupan kita!
Tanpa bias menolak atau memilih !
Silih berganti, seperti pasang surutnya Samudra !



Adanya, Harta, Jabatan, Kesenangan, Kebahagiaan, Kesedihan, Kehancuran, dll. … hanyalah … Output dari Adanya Sang Hidup dalam diri kita !
Sang Hurip, atau Sang Hidup adalah …
Anugrah Tertinggi dari Gusti Hyang Maha Agung !!
Layaknya Setetes Darah !, tanpa yang setetes itu, tiada lagi …
Hidup dan Kehidupan !


Pepenget I
“ Sesungguhnya Orang yg Teguh Fikirannya, Oh Arjuna, yang merasakan semua antara Susah dan Senang, Orang Seperti itu yang patut Hidup Kekal Abadi “
Resensi :
“ Orang yang Teguh Fikirannya “, dapat diartikan orang yang berkeyakinan kuat dan ber Iman Tegar Tak Tergoyahkan” !

“ Hidup Kekal Abadi “
Hidup dalah Perumpamaan dari kondisi pskologis ( Kejiwaan ) yang Stabil. Tak tersentuh atau Tak Terpengaruh, dengan Keadaan apapun di luar Diri / Bobot Keimanan ! Bukan berarti orang yang hanya mendengar suara Ego Pribadi, dapat di katagorikan Golongan tersebut diatas !
Karena Ego Pribadi, hanyalah suara Ragawi tuntutan Darah dan Daging !, sedangkan Suara Sang Hurip / Sang Hidup lebih Bersifat UNIVERSAL dan HUMANIS!
Terwujudkan dalam perbuatan yang memiliki “ Kesalehan Sosial, Sense Of Crisis “, karena Sang Hurip / Sang Hidup adalah Software, semacam GPS (Global Positioning System). Hingga kita mampu bertindak Proporsional antara Ego Pribadi, Ego Golongan, dan Ego Illahi di dalam Ke – Kadiri – An Kita.

Pepenget II
“ Kita sering teralihkan oleh hal-hal yang kita sebut Tubuh Kita dan Keberadaan Fisik !, padahal itu hanyalah pembukus Spirit Anda!, dan Spirit itu begitu Besar, Melebihi Apapun.”
( By. Lisa Nicols)

“TheSecretRhondaByrne

Resensi :
Pada dasarnya Kesejatian manusia adalah Makluk Spirit yang terbungkus Darah dan Daging, sehingga pabila berbincang dengan seseorang, sebenarnya yang sedang berdialog adalah Jiwa dan Jiwa, bukanlah Tubuh dan Tubuh !
Predikat Pertemanan, Sahabat, Kekasih, Suami istri ( Garwo ), Soul Matte, adalah ikatan Jiwa dan Jiwa !, Bukan Ikatan Fisik Belaka !
Selaras dengan esensi Sang Hidup atau Kesejatian Manusia yang ada dalam Ka – Kadiri – an !, dirinya sedangkan semua Aspek diluar diri kita, hanyalah Sarana Hidup
( Cinta, Harta, Kekuasaan, Derajat, Dll). Leluhur kita mengajarkan ada Jagad Alit ( Luar diri), dan Jagad Agung ( Dalam diri ), karena Sang Hidup adalah Anugrah Terbesar dan Terindah Lebih dari Apapun!.
Dengan mendengar Sang Hidup / Sang Hurip di dalam Lubuk Hati Nurani Terdalam, kita punya “ Auto Pilot “ tuk Arungi Cakrawala Hidup ini ! Selamat merenung dan Berkontemplasi !.

Pepenget III
“ Kami Bukanlah manusia yang berada pada jalan Spiritual, namun manusia-manusia Spiritual yang berada di Jalan Manusia!”

( By. Dr. Lauren Artress )
“ Pendeta Episcopal dan Pionir Labirin “
“Otak kanan Manusia “ – Daniel H. Pink”
Resensi :
Secara Naluriah manusia akan mencari apa yang belum pernah di dapat dalam hidup Nya!, setelah melewati Pertualangan Inderawi, dengan mengejar keinginan-keinginan Ragawi, hampir pasti manusia akan bertemu titik Nisbi / Hampa dan kecewa dengan Realita !.
Secara Hakiki, manusia adalah makluk yang tak pernah puas, karena memiliki sifat dasar ALPA / Pelupa dan salah, Justru dari sifat-sifat itu, manusia bisa belajar dari kesalahan-kesalahan Nya, demi memperbaiki dan merubah dirinya Sendiri!, tentunya di butuhkan Kejujuran Diri, Kerendahan Hati, dan Kebesaran Jiwa!.
Sang Hidup yang bersemayam di kedalaman Hati Nurani menjadi daya Spiritual yang menuntun perjalanan hidup di dunia yang semakin Hiruk Piuk!, dengan Gemerlapnya Hendonisme ( Kesenangan-kesenangan Duniawi / Dugem!, Sang Hurip / Sang Hidup … menjadi Golden Compas!.

Pepenget IV
“ Berdamailah dengan Dirimu, baru Damai Seisi Dunia “
YesusChristus
Resensi :
Hampir semua Orang di Dunia punya Mimpi yang Sama, Alangkah Indahnya Perdamaian!, tanpa ada Peperangan !, Alangkah Eloknya Harmony tanpa timbulnya Disharmony!, sekali lagi itu Hanya Mimpi!.
Sejak Jaman Mahabarata, Sri Krhisna yang Agung ( Titisan Dewa Wisnu / Pemelihara Alam ), tak pernah mampu mencegah Bharatayudha, peperangan antar Saudara darah Bharata. Hingga Abad Atom ini tetap ada Perselisihan, Peperangan di Se Antero Jagad Raya!.
Agar kita tidak kecewa dan Apatis, tak ada salah kita resapi kata-kata dibawah ini :
Resensi :
Hampir semua Orang di Dunia punya Mimpi yang Sama, Alangkah Indahnya Perdamaian!, tanpa ada Peperangan !, Alangkah Eloknya Harmony tanpa timbulnya Disharmony!, sekali lagi itu Hanya Mimpi!.
Sejak Jaman Mahabarata, Sri Krhisna yang Agung ( Titisan Dewa Wisnu / Pemelihara Alam ), tak pernah mampu mencegah Bharatayudha, peperangan antar Saudara darah Bharata. Hingga Abad Atom ini tetap ada Perselisihan, Peperangan di Se Antero Jagad Raya!.
Agar kita tidak kecewa dan Apatis, tak ada salah kita resapi kata-kata dibawah ini :
Resensi :
Hampir semua Orang di Dunia punya Mimpi yang Sama, Alangkah Indahnya Perdamaian!, tanpa ada Peperangan !, Alangkah Eloknya Harmony tanpa timbulnya Disharmony!, sekali lagi itu Hanya Mimpi!.
Sejak Jaman Mahabarata, Sri Krhisna yang Agung ( Titisan Dewa Wisnu / Pemelihara Alam ), tak pernah mampu mencegah Bharatayudha, peperangan antar Saudara darah Bharata. Hingga Abad Atom ini tetap ada Perselisihan, Peperangan di Se Antero Jagad Raya!.

Pepenget V
“ Ada 3 macam jalan Kehidupan :
1. Mati Sak njeroning Urip.
2. Urip Sak njeroning Mati.
3. Urip Sak njeroning Urip.
Manusia … di Anugerahi kebebasan memilih!” Maha Agung Gusti Dengan Segala KasihNya!”.
( Eyang Syeh S. Jenar )
“ Sang Suksmo Wicaksono “
Resensi :
1. Mati Sak Njeroning Urip :
Meng Eksklusifkan Spirit melebihi porsi Ragawi, menjadi manusia Langitan, Tanpa Kepekaan Rasa!, Seolah-olah manusia diciptakan hanya untuk menyembah TUHANNYA!, tanpa kewajiban Sosial yang menjadi Fitrah Manusia Hidup yang masih slalu Butuh Orang Lain!.
2. Urip Sak Njeroning Mati :
Menganggap dengan Materi dan Fikiran mampu menggapai Bahagia, Sejahtera, disini Sang Hidup / Sang Hurip pingsan / tertidur!, maka yang memilih jalan ini akan hidup seperti Mayat Hidup!, karena tak pernah ketemu Kedamaian dan ketentraman!, Hampa dan Sepi ditengah Keramaian!.
3. Urip Sak Njeroning Urip :
Laksana Wadah dan Isi, Ragawi dan Nurani, harus Kompak, agar terjadi Sinergi yang selaras antara Hidup dan Kehidupan!, Selamat Merenung!


“ Melati Rinonche.”
( Mutiara Hikmah. )

Setetes darah, Adalah Cahaya Kehidupan …
Setetes darah, Adalah benang merah Para Leluhur
Setetes darah, Adalah Cahaya Kasih Allah!

Meski setetes, adalah Inti Atom Kehidupan seperti setitik Cahaya dalam Kegelapan!
Seperti Bintang, digelap Malam yang Kudus!

Semua Gemerlap- Nya, Kehidupan ini Tidak Berarti tanpa yang setetes!
Dialah Sang Hurip / Sang Hidup!.

Sang Hidup, Menuntun Jasad dan Jiwa, tuk berjalan bersama-sama menjalani Rally Kehidupan dengan Ettape yang tak Terhingga!.

Sang Hidup tak ternilai harganya, dan Tak mungkin Tergantikan dengan Semua Sarana Hidup!.

Hidup dan Kehidupan adalah Pasangan tak terpisahkan! Selamat Tahun Baru para sahabat-sahabatku, anak-anaku, dan semua yang pernah Berjalan Bersamaku!.
God Blees You! Good Lucky!
Salam
Satuhu
SB. Jatikoesumo!